10.11.13

Moving

It's been 5 years. 283 pages of my teenage life. So sorry, but, good bye Galatea!

15.10.13

Definisi dari Bersyukur

Tidak pernah sebersyukur ini selama hampir 20 tahun hidup di bumi.

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sangat baik.

Broke up sama mantan yang hampir 3 tahun dipacarin lalu tiba-tiba dia sudah punya yang lain dalam waktu 3 minggu saja, bagaimana rasanya?
Sekilas, mungkin aja hidup saya bisa beralur seperti alur cerita teenlit kacangan, desperate, nangis semalam suntuk, merasa ga berharga, so on.

Tapi, tidak.

Walaupun kamu cengeng, aku tahu di dalam sana kamu cewek yang tough, yang bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri.

Selamat, kata-kata terakhir anda terbukti kebenarannya:-)

7 September. Saya kira saya ga bakal sanggup melewati hari-hari ke depan. Saya kira saya gak bakalan berhenti nangis untuk waktu yang tidak ditentukan. Saya kira saya bakal susah move on.

Ternyata, tidak.

Semua yang saya pikirkan sebulan lalu itu salah. Gak terlalu paham juga kenapa saya bisa setegar ini. Saya merasa tidak pernah mengeluarkan effort yang cukup besar untuk sampai di tahap ini. Sampai di tahap yang bukan hanya sekedar move on, tapi juga mengampuni. Tahap dimana saya ikhlas dan tidak ambil pusing lagi tentang segala macam kemungkinan penghianatan yang sudah dia lakukan terhadap saya di masa lalu.

Ini semua cuma kasih karunia Tuhan. Akhirnya saya benar-benar merasakan quote Let Go&Let God terjadi dalam kehidupan saya.

Saya gak tau kenapa saya bisa mikir sepositif ini. Ini cuma karena Tuhan.

Bersyukur juga buat setiap pengalaman baru di kampus. Buat Arga Pancaka, keluarga baru saya. Saya ga menyesal sama sekali udah diklat capek-capek dan harus mengorbankan sana-sini demi pengalaman bersama mereka. Buat kenal orang-orang luar biasa. Punya pasukan luar biasa, Hermas Sahil Lucky Jihan Ines Egrin Lia Resti Bayu Kuloh Syafik Fenyka Nana Aldi David Yudis, yang tetep deket sampe sekarang. Teramat sayang sama mereka.

Bersyukur juga buat osjur yang meskipun capek juga, tapi jadi bener-bener kenal sama keluarga TI MRI. Seneng banget bisa deket sama orang-orang baru, punya temen makan baru, punya temen ke Tokema baru, seneng banget punya keluarga baru lagi.

Bersyukur buat setiap pengalaman yang ada. Kalau kemarin saya diinfus karena emang fisik melemah, saya kira ga bakal ada yang perhatian sama saya, tapi ternyata mentionan, bbm, path, bahkan telfon dari orang-orang tak terduga ngebuat saya bener-bener merasa dihargai sama semua orang.

Thank God!
Pembelajaran hidup banyak banget 6 bulan ini. Kalaupun Tuhan memang harus mengambil sesuatu dari hidupmu, Dia pasti sudah memilih waktu yang tepat untuk itu dan menggantikannya dengan kesukacitaan yang berlipat-kali-ganda.

Semoga yang membaca terberkati:-)

15.9.13

Intersection part 2

Have you ever been at a intersection? When you found your self with some choices. When making a decision is a must. When you forget the way to let your tears roll down. Waktu semuanya berjalan baik-baik aja, atau bahkan sangat-sangat menyenangkan dan kemudian lo dikejutkan sama kenyataan yang memaksa diri lo buat nyimpen semua kesenangan itu and face the truth. Ya persimpangan ini yang sudah saya lalui.


I wrote this about 2 years ago. This happened again and for sure I've passed it.

Thank God for the answer you gave to me. I love you. I know You will always be by my side in every step I take, in every feeling I felt. Thank You for showing me every little thing I have to know and help me controlled my days lately.

Untuk kamu yang mungkin bakal ngebaca tulisan ini suatu saat nanti.
Terima kasih untuk semuanya. Untuk semua proses 3 tahun ini. Semuanya berharga buat aku tanpa terkecuali. Semua yang kamu lakuin, semuanya berarti. Terima kasih sudah mengizinkan aku bertingkah kekanak-kanakan ke kamu. Terima kasih untuk setiap manis dan pahit yang udah bersedia kamu lewatin bareng aku. Untuk sakit yang kamu tinggalin supaya aku bisa beranjak.

Mungkin dari kemarin hati ini belum ikhlas, sekarang pun belum. Mungkin dari kemarin masih ga terima, sekarang pun masih. Mungkin pikiran ini terus mencari-cari kesalahan besar apa yg udah terjadi sampai-sampai hati ini harus nanggung sakit sedemikian besarnya. Tapi aku yakin kamu punya alasan, Tuhan punya alasan, tidak ada yg salah, semua baik adanya. Kalau memang harus sakit supaya pembelajaran ini membekas, hati ini rela.

Kalau hati dan pikiran ini terus bertanya kenapa, mungkin ga bakal ada habisnya. Aku tau kita sama-sama ga punya jawaban untuk setiap 'kenapa' di pikiran kita. Ga ada yang salah. Ga ada yang jahat. Sejahat apapun 3 minggu belakangan, hati ini tau setiap hal punya alasan. Kalau memang harus ada yg disalahkan, biar keadaan yg menjadi salah.




Kalau memang aku gabisa menjadi buku buat kamu, aku sudah cukup senang untuk sekedar menjadi chapternya.


Now, go on.
Thank you, Joshua. You've been an extraordinary guy in my life.